Sesuatu Yang Mengalihkan Duniaku #GoForIt

Menguntungkan dan membuat kecanduan

Posted by Jefry Dewangga on October 09, 2015

Di selah-selah ujian tengah semester ini, aku akan mengulas sesuatu yang sampai saat ini masih setia menemaniku. Bahkan mungkin bagi sebagian orang, termasuk juga diriku, sesuatu ini menyebabkan kecanduan.

Seperti seseorang yang sedang mengonsumsi narkoba. Jika sehari saja tidak mengonsumsinya, maka tubuh serasa tidak enak. Rasanya mungkin seperti seseorang yang sedang sakau.

Oke, lantas apa yang membuatku bisa-bisanya kecanduan seperti itu? Jawabannya tak lain dan tak bukan adalah, internet. Ya, internet. Setiap waktu dalam hidup kita tak bisa jauh darinya.

Seiring dengan berkembangnya jaman, teknologi internet teruslah berkembang. Hingga saat ini, internet telah menghubungkan jutaan bahkan miliaran komputer di seluruh dunia. Sungguh fantastis bukan? Malahan akhir-akhir ini, internet tidak hanya menghubungkan komputer saja.

Internet of Thing

Ia juga telah menghubungkan berbagai macam perangkat lain. Mulai dari perangkat rumah tangga hingga kendaraan, semuanya terhubung dengan internet. Sebenarnya telah ada istilah yang diusulkan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 untuk menyebut terhubungnya berbagai macam perangkat tersebut.

Internet of ThingInternet of Thing menghubungkan berbagai macam perangkat. (Source: vzaar.com)

Internet of Thing (IoT) merupakan istilah untuk menyebutnya. Menurut Wikipedia Internet of Thing adalah:

The network of physical objects or "things" embedded with electronics, software, sensors, and network connectivity, which enables these objects to collect and exchange data.
Atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia,
Jaringan obyek fisik atau "benda" tertanam dengan elektronik, perangkat lunak, sensor, konektivitas jaringan, yang memungkinkan obyek-obyek ini mengumpulkan dan bertukar data.

Bagimana menurut sobat? Nggak kerasa, banyak hal dalam kehidupan kita yang terhubung dengan internet kan? Dengan semangat Internet of Thing tersebut, para ilmuan berusaha mengembangkan berbagai macam perangkat pintar.

Sebuah perangkat pintar langsung berinteraksi dengan lingkungan menggunakan sensor yang tertanam di dalamnya. Perangkat tersebut bisa menentukan tindakan apa yang harus diambil sesuai data yang didapat dari sensor.

Kalau di luar negeri sih, khususnya di negara maju. Sudah menjadi hal yang lumrah sebuah rumah terpasang berbagai macam perangkat pintar. Semisal ruangan yang bisa menyesuaikan suhunya sendiri, bisa menyesuaikan penggunaan listrik dan lampu. Intinya semua perangkat yang masuk dalam kategori IoT serba otomatis.

Online

Kini pun sudah tak asing lagi untuk berkerja secara remote. Mengerjakan berbagai macam tugas kantor dari rumah. Tak hanya pekerjaan saja yang dikerjakan secara online, jual beli pun demikian. Banyak penjual yang memasarkan produknya secara online.

OnlineSegala aktivitas dapat dilakukan secara online dengan mudah. (Source: www.subhub.com)

Teman-temanku di sekolah pun udah ada yang merintis toko onlinenya dengan membuka lapak melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan BBM.

Secara profit sih memang lebih menguntungkan, tetapi bisa saja merugikan bagi pembeli. Jika ternyata penjual tersebut tidak terpecaya alias penipu. Pastinya semua memang membawa dampak positif dan negatif, tergantung bagaimana kita dapat mengantisipasinya atau tidak.

Iklan di TV pun sering menayangkan iklan website toko online raksasa di Indonesia. Dari yang berorientasi customer to customer seperti Tokopedia dan Bukalapak hingga business to customer seperti Lazada dan Blibli, Semua website tersebut benar-benar menyediakan fasilitas jual beli yang terpecaya.

Berbagai media online seperti portal berita, news video dan blog juga telah menggantikan peranan media cetak. Media online tersebut memang lebih interaktif dan efisien untuk menyebarkan berita.

Tak sedikit juga yang menjadi viral dan terkenal dari media tersebut, seperti Bayu Skak dan Kevin Anggara yang terkenal melalui video-video kreatifnya. Bahkan putra master sulap Indonesia, Azka Corbuzier pernah menjadi trending topic dunia karena video sederhana yang diunggahnya ke Youtube.

Dunia nyata seakan beralih menjadi dunia maya, hampir semua aspek kehidupan dikerjakan dan terhubung secara online dengan internet.

Belum Sejalan

Namun sayang, cintaku kandas di tengah jalan pesatnya pertumbuhan internet masih belum maksimal dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kecepatan koneksi internet yang ada masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Global RankCountry/RegionAvg. Mbps
1South Korea23.1
2Hong Kong17.0
3Japan16.4
14Singapore12.7
26Taiwan10.6
42Thailand8.6
43New Zealand8.4
46Australia7.8
65Sri Langka5.3
70Malaysia5.0
92China3.4
95Vietnam3.3
101Philippines3.1
116Indonesia2.4
117India2.4
Source: Akamai State of The Internet Report Q2 2015

Akamai merilis rata-rata kecepatan koneksi internet negara-negara di dunia 4 kali dalam setahun. Dan daftar tersebut merupakan rilis terbaru kuarter ke-2 tahun 2015.

Indonesia menduduki posisi 116 dunia dalam hal kecepatan koneksi internet. Sungguh peringkat yang kurang memuaskan memang.

Menurutku sih kecepatan koneksi internet akan sangat berpengaruh ketika ingin mengunduh bokep file berukuran besar dari internet. Akan membosankan bila waktu unduhan tersebut sangat lama, berjam-jam apalagi hingga berhari-hari.

Kalau untuk membuka halaman website sih lumayan lah, nggak lemot-lemot amat. Ya walaupun tergantung provider dan jenis jaringan yang digunakan juga sih.

4G LTE

4G LTE Illustration ComparisonIlustrasi perbandingan jaringan 4G LTE. (Source: smart.com.ph)

Solusi terkini dari permasalahan koneksi internet di Indonesia yang lemot adalah dengan hadirnya layanan 4G LTE. Apa itu 4G LTE? Menurut Wikipedia, LTE adalah:

LTE, an abbreviation for Long-Term Evolution, commonly marketed as 4G LTE, is a standard for wireless communication of high-speed data for mobile phones and data terminals.It is based on the GSM/EDGE and UMTS/HSPA network technologies, increasing the capacity and speed using a different radio interface together with core network improvements.
jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia,
LTE, singkatan untuk Long-Term Evolution, umumnya dipasarkan sebagai 4G LTE, adalah standar komunikasi data nirkabel kecepatan tinggi untuk ponsel dan terminal data. LTE didasari oleh teknologi jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA, meningkatkan kapasitas dan kecepatan menggunakan antarmuka radio yang berbeda dengan perbaikan inti jaringan.

Masyarakat Indonesia kini sudah mulai dimanjakan dengan koneksi internet cepat menggunakan jaringan 4G LTE. Lantas provider apa saja yang telah memberikan layanan LTE di Indonesia? Jawabannya adalah hampir semua provider telah menyediakan layanan tersebut.

Pasti sobat bertanya-tanya, kalau hampir semua provider yang ada di Indonesia telah menyediakan layanan LTE, provider yang mana yang paling luas jangkauannya?

Dari sekian banyak artikel mengenai 4G LTE di Indonesia yang saya baca, Smartfren menyediakan layananan jaringan tersebut dengan jangkauan terluas.

Secara komersil provider ini menyebut layanannya dengan sebutan Smartfren 4G LTE Advanced yang memungkinkan penggunanya memiliki akses mobile broadband dengan lebih optimal karena cakupan wilayah yang luas dan kapasitas bandwidth yang jauh lebih besar.

Kesimpulan

Internet memang sebuah terobosan yang mengubah dunia, semua seakan menjadi mudah dengan keberadaannya. Berbagai perangkat teknologi kini rasanya kurang afdol kalau belum terkoneksi dengan internet.

Banyak sektor yang telah beralih ke dunia maya karena dirasa lebih menguntungkan dan efisien. Mulai dari sektor ekonomi dengan adanya toko online yang sangat memudahkan kita dalam mencari barang dan kebutuhan.

Hingga sektor hiburan yang telah banyak mengantarkan orang-orang kreatif menjadi sukses dan terkenal di kalangan masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Walaupun menurut data yang ada, Indonesia masih tertinggal cukup jauh dalam hal kecepatan akses internet. Namun, provider dalam negeri terus berupaya menghadirkan layanan internet yang lebih optimal.

Smartfren menjadi provider Indonesia yang mempunyai cakupan daerah 4G LTE terluas jika dibandingkan dengan provider lainnya. Smartfren 4G LTE Advanced merupakan solusi internet lemot untuk Indonesia. #GoForIt

Internet menjadi "sesuatu" yang telah mengalihkanku dari dunia nyata ke dunia maya.

Smartfren 4G LTESmartfren 4G LTE Advanced #GoForIt

Tagged: 4G, 4G LTE, Smartfren 4G, Smartfren 4G LTE Advanced, Smartfren