Apa Sih Fungsi & Manfaat Komentar Kentut Itu?

Berkomentar relevan dengan apa yang dikomentari

Posted by Jefry Dewangga on November 04, 2015

Pernah nggak sih mendapati ada orang yang berkomentar di blog kamu singkat banget sob? Pasti sering kan? Apalagi kalau kamu sering promosi di banyak grup blog dengan meminta tukeran blogwalking atau komentar.

Gimana sih rasanya sob? Hmm aku rasa sebagian besar orang akan merasa kesal. Bagaimana tidak, nggak sedikit yang berkomentar asal-asalan tanpa mengerti apa yang dikomentarinya. Jangankan mengerti, membaca saja tidak.

Bukan masalah suatu postingan banyak komentarnya sob. Percuma saja banyak komentarnya, tapi kalau nggak berbobot ya sama ajah. Oke, mungkin akan lebih baik jika kita mengingat kembali fungsi kolom komentar tersebut.

#1 Kesan Positif

Selain dari tampilan blog, komentar juga bisa saja menambah kesan positif kepada pembaca. Mengapa demikian? Karena kolom komentar tersebut menandakan bahwa artikel bukan bersifat pribadi. Apalagi jika artikel tersebut merupakan suatu ulasan, banyak komentar berbobot dan positif akan meyakinkan pembaca lain bahwa yang diulas memang benar-benar demikian.

#2 Kritik Saran

Mungkin ketika kamu membaca suatu artikel, terkadang terdapat suatu hal yang membuatmu kurang sreg dengannya. Atau mungkin juga terdapat beberapa kekurangan dalam penulisan maupun dalam penyajian artikel. Dengan kolom komentar tersebut kamu bisa memberikan motivasi kepada si penulis agar memperbaikinya.

#3 Menambah Teman

Kamu sering kan sob bermain di sosial media? Ambil saja contoh Facebook, setelah kamu login, kamu akan mendapati banyak status/pos di berandamu kan? Di setiap status tersebut pasti ada beberapa yang dikomentari.

Sama halnya dengan blog, ketika artikel kamu sudah pejawan di SERP atau kamu sering membagikannya di sosial media. Mungkin banyak yang mengunjunginya dan dari sekian pengunjung tersebut, pasti ada yang mengomentari tulisanmu.

Kewajiban kamu adalah menjawab komentar-komentar tersebut sob. Kalau nggak dijawab kan kasihan, sakit sob dicuekin. Dan jika ia kembali lagi membalas komentarmu, maka akan terjadi interaksi.

Kamu belum kenal sama dia, tetapi sudah terjadi obrolan mengenai artikelmu. Akhirnya dari obrolan tersebut, kamu bisa menjadi akrab sob. Apalagi jika dia memiliki blog dan kamu juga sering berkunjung ke blognya.

#4 Meningkatkan Pengunjung

Untuk poin yang ini, nggak semua artikel yang dikomentari pengunjungnya akan meningkat. Kalaupun ada, peningkatannya pun kecil. Kecuali, jika artikelmu unik dan benar-benar bermanfaat bagi orang lain. Atau bisa juga karena artikelmu kontroversional.

Pengunjung secara sukarela akan membagikan artikelmu ke berbagai sosial media yang ia punya. Bisa saja artikelmu akan menjadi viral sob, dan blog kamu mendapatkan rating yang baik dari pembaca.

#5 Menambah Informasi

Terkadang dalam menulis sebuah artikel, kita bisa saja melupakan beberapa hal penting di dalamnya. Dengan adanya komentar, pengunjung bisa mengingatkan atau menambahkan hal penting tersebut sob.


Komentar Kentut

Bagaimana sob, sudah ingat kan sekarang fungsi dari kolom komentar tersebut? Setelah itu, apa kamu masih ingin berkomentar asal-asalan (baca: komentar kentut) tanpa membaca tulisan yang dikomentari?

Bad SmellKomentar kentutmu sangat bau sob, sampai-sampai masuk spam.
(Source: thetwinplumbers.com)

Masak kamu terus-terusan memberi komentar kentut sih? Nggak baik loh sob, sering-sering kentut. Apalagi kalau kentutnya nggak bersuara, jiah bau banget sob. Bisa saja itu tanda-tanda kamu menderita diare. Makanya jangan pakai kentut ya kalau komentar.

Komentar kentut bisa menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin reputasimu menjadi buruk. Nggak jarang komentar kentutmu itu masuk spam. Dan kalau kamu sering membuat komentar spam, bisa saja akun yang kamu gunakan untuk berkomentar dibanned.

Ringkasan

Kolom komentar mempunyai fungsi yang baik kok malah disalah gunakan. Bukan disalah gunakan sih, lebih tepatnya kurang dimaksimalkan penggunaannya. Maka dari itu komentar haruslah berbobot dan relevan dengan apa yang dikomentari agar bisa terjalin erat hubungan antara si penulis dan si pembaca. Siapa tahu ntar kamu dapat jodoh dari berkomentar tersebut sob, kan enak toh? Sama-sama menguntungkan.