a Brief History of Me and SBMPTN 2016

A little about me and my learning experience

Posted by Jefry Dewangga on January 10, 2016

It's been a long time since i posted a last post on this blog. How's life all of you, buddy! I hope everything is always right. Now i wanna write a story, not love story just a simple story about my experience in study. Whatever you think about this, this is really my story. Hope you enjoy it. ^_^

Prefix

This story begin when i was in junior high school. I had three friends, special friend. You know, i was the male one. Waktu itu aku berteman dengan mereka karena memang, hampir semua teman cowok di kelas, bahkan di sekolahku kebanyakan kurang suka dengan pelajaran. Mungkin hanya beberapa ekor ajah yang kalau di ajak belajar nyambung.

Ya walaupun, i realise that everyone has their own passion. Setidaknya walaupun tidak menyukai ataupun tidak bisa dengan suatu pelajaran, semangat belajarnya masih ada.

Waktu UN pun demikian, my friends i've mentioned before and i commit to do national exam with our skill. At that time, "dawn raid" or "serangan fajar" is very common before national exam begin.

For your information, at that time 60% score of national exam determined our graduation. Its better than a year before that 100% national exam determined the graduation.

Ok, back to topic. My friends and i thought that if we used "dawn raid" for national exam, 3 years we study at junior high school like in vain. Dengan komitmen tersebut aku dan tiga temanku benar-benar mengerjakan setiap soal dengan kemampuan sendiri.

Sebulan setelahnya, saatnya pengumuman hasil UN. And alhamdulillah my friend and i get good score although not the best one. I'm satisfied enough and happy with my score. Satu hal yang membuatku jauh lebih senang lagi adalah ketika lulusan (wisuda), i was nominated as the best graduate on my school. It was really exciting, because i never thought it before.

The Next Level

Perjalananku masih belum selesai. Aku masuk SMA yang memiliki lahan yang bisa dibilang cukup luas dibandingkan SMA lain di daerahku. Namun, sayangnya ketika angkatanku masuk, tidak ada yang namanya kelas unggulan (angkatan sebelumnya ada).

Meskipun demikian, aku sangat bersyukur ketika masuk kelas X MIA 1. Bukan karena ada embel-embel MIA 1, tetapi karena teman-temannya yang bener-bener mantap. Bayangkan, sekelas ada sekitar 39 siswa yang terdiri dari 13 cowok dan sisanya cewek.

Yang bikin aku ngerasa bersyukur adalah mereka semua memiliki semangat juang untuk belajar walaupun pelajarannya susah ataupun nggak disukai. Aku masih ingat betul, semangat juang itu tercermin ketika saat itu waktunya pelajaran matematika dan gurunya berhalangan hadir, sehingga kita diberi tugas.

Guest, kita mengerjakan tugas tersebut atau nggak? Absolutely yes, kita ngerjain tugas tersebut, dan yang paling banyak mendiskusikan tugas tersebut adalah cowoknya. Ya, kamu nggak salah baca sob. Cowoknya yang paling curious to find the answer.

How about the female? Yap, mereka juga sama-sama mendiskusikannya, mereka berdiskusi secara terpisah dengan cowok. At last, jawaban dari dua kubu tersebut disatukan. Thats it, yang membuatku bener-bener bersyukur punya temen seperti mereka.

Saat kelas X itu aku benar-benar semangat belajar. When i was on first grade, my school had used K-13 so that we had determined on what department, MIA or ISOS. Namun ketika kenaikan kelas XI, there was a bad experience.

The Problem

Semua kelas di acak untuk menyesuaikan dengan ketersediaan guru lintas minat. Aku tetap berada di kelas MIA 1 because i choose english for moving class. But the problem is my friend is different, temen-temenku di kelas XI ini lebih suka "hura-hura" daripada belajar.

Apalagi cowoknya emang hampir nggak peduli sama pendidikan-nya. Kalaupun ada, mereka nggak bener-bener niat 100%. Kalo kata Sabda so many of distraction. Kelas XI aku jalani dengan berat hati, dulu yang semangat-semangatnya belajar eh malah dibikin down dengan keputusan sekolah yang demikian.

Padahal dulu waka kesiswaannya udah ngasih angin segar, kalo kelas XI udah nggak di acak lagi, eh ternyata. And the impact is my score on semester 3 and 4 got down. It's not only for me, almost of student had the same problem.

Untuk menghilangkan rasa berat hatiku biasanya kalau di kelas aku lebih suka menyendiri dengan laptopku. Ya gitu ada ajah yang aku lakuin, tapi seringnya ngoding sih. Btw dari SMP kelas 3, alhamdulillah aku udah kenal bahasa pemrograman. Walaupun cuman sebatas pemrograman web.

The problem is still occure on me until semester 5 on the last grade. I'm still unwilling with it. Sampai suatu ketika, ada temen cewekku yang nyuruh aku gabung di grup line Zenius SBMPTN 2016.

I think she is the best one on my class, i mean she can be my partner when i get stuck in doing task. Sebenarnya pas kelas XI aku juga udah tau Zenius, pas guru fisikaku menggunakan cd xpedia buat ngasih test block.

Tertarik sih, cuman belum "ngeh" sama zenius. Sampai ketika, aku pantengin tuh di grup line tadi. Ada yang tanya soal di sana, 2 menit kemudian ada yang jawab. Padahal aku sendiri nggak paham gimana nyelesaiinnya. I become more curious with you Zen. I find it out on internet and i found zenius.net.

Tapi aku masih saja belum paham. Terus aku add salah satu member grup sbmptn 2016 tersebut, aku tanya-tanya deh sama dia. Terus dia nyaranin ke zenius.net juga, lihat di bagian zenius learning.

Langsung deh meluncur ke sana, btw saat itu hari minggu sekitar jam 9 pagi-an lah. Aku pantengin terus tuh video di bagian Zenius Learning. Awalnya lihat yang bagian Battleground & The Challenges because i think on Xpedia Guide 01 is just general description.

Mind Blowing

Waktu dengerin penjelasan Sabda, cuman bisa manggut-manggut doang. Because all of his speech is really happened in my life especially my learning experience. Nggak sadar tuh aku lihat Zenius Learning dari jam 9 pagi sampai jam 10 malem.

Kebayang nggak, cuman dengerin Sabda's speech bikin aku jadi jauh lebih semangat, like i'm reborn. Hingga di bagian Goal & Motivation video ke 2 member premium ajah yang bisa lihat. Besoknya langsung deh aku beli voucher Zenius dengan via Indomaret sekalian ke sekolah buat numpang wi-fian.

Waktu itu, aku ketemu temenku yang sekelas saat kelas X dulu. Dia bilang kalau lagi bingung di rumah mau ngapain, ke sekolah ajah deh wi-fian. Terus aku tunjukin deh ke dia video Zenius. It inspire me, he said.

Besoknya kita janjian baut ke sekolah lagi, nonton video zen bareng-bareng. Eh ternyata ada temenku yang lain juga keppo sama video itu, kita jelasin deh ke dia. Dan boom, she is inspired too.

And then, when Sabda suggest to get rid of distraction. And after i read Catatan Perjuangan Tutor Zenius Menempuh SBMPTN. The next day i do get rid of my distraction, you know what? Yes, i think almost of teenagers have same distraction with me. Smartphone, is the biggest distraction on my life.

Pokoknya setelah ndenger videonya Sabda, kayak hidupku berubah dan tertata dengan sendirinya. Dulu yang masih setengah-setengah buat belajar, sekarang malah bikin pengen belajar terus. Bahkan pas liburan kemarin, belajar bisa sampe 10 jam lebih.

Sehari tanpa belajar itu rasanya kayak nyesel banget gitu. Bahkan pas pelajaran di kelas bawaannya pengen cepet ada waktu senggang biar bisa dengerin video Zenius. Malahan sempat aku berpikir kalau pelajaran di kelas malah menghambat buat belajar SBMPTN.

Singkat cerita hingga sekarang ada sekitar 10 temenku yang berkomitmen bener-bener pengen berjuang untuk SBMPTN setelah menonton videonya Sabda. Ya walaupun nggak semua beli voucher zen, kita sering nonton bareng.

Sejauh ini dari 10 orang tersebut yang sudah beli voucher ada 4 orang, jadi satu akun bisa buat berdua atau bertiga. Kita buat grup tuh di BBM buat semisal kalau lagi di rumah kan gak bisa tuh lihat barengan, jadinya kita atur jadwal buat nonton jam berapa gitu.

Aku "ngeh" sama Zenius bulan desember akhir kemarin. Sempat terpikiran, kenapa nggak dari dulu ajah sih aku tahu video ini. Ya kalau dibilang nyesel sih enggak, cuman waktu yang tinggal sedikit ini malah lebih memacu agar lebih siap dengan SBMPTN.

Hingga sekarang, aku sudah menginjak video TKPA Teori. Dan sejauh ini aku yang dulunya bener-bener ngabaikan TKPA jadi semakin semangat buat mempelajarinya. Semua di luar dugaanku, karena hampir semua jawabanku ketika TKPA banyak salahnya.

Oh ya ini aku tunjukin chatan dari salah satu temen cewek yang aku tunjukin video zenius.

Inti nya sih i finally realized that i was wrong about so many things. So wrong lah, jujur dr dulu aku gatau success itu gimana, aku dulu mikirnya success itu kyk a condition where you have achieved everything you really wanted in your life ato pas ada org lain bilang kita success.

Ternyata pas abis liat success framework, aku baru tau success itu bukan suatu keadaan, tp lebih ke perasaan gitu lah i was so wrong about it. Skrg aku apa ya lebih sadar sih kalo great things dont come easily, pasti ada prosesnya. Kamu bener pas bilang ttg perubahan perasaanmu "everythings possible" aku kan awalnya uda ngeh ttg itu dr sebelum liat zenius, tapi gatau pas abis liat tadi aku jg dpt perasaan kyk gitu jd kyk every is way more possible gt lah.

Trs juga about my "trusting people" problem, menurutku sih setelah nonton itu aku lebih apaya kyk mungkin itu yg membatasi aku jd kurang berkembang gitu loh, soalnya mau apa2 uda negatif thinking dulu, skrg lebih kyk yg yaa sewajarnya ajalah.

Trs ttg surroundings especially about "good friends" aku ngerasa salah bgt disini, knp? Soalnya awalnya ato dari dulu aku tuh mikirnya temen itu apaya yaa gaada kriteria tertentu sih, kalo mereka good to me ya aku bakal good to them dong? Bukannya apa2 ya aku baru sadar kalo ku punya the worst surrounding, aku ga bilang mereka bukan temen yg baik ya mereka baik they make me laugh, happy, etc lah.

Tp tanpa sadar juga mereka yg membatasi aku menuju sukses lah, kalo aku mau rajin dikit pasti bilangnya yg bikin down, aku baru sadar mereka kyk gt karena mereka ga punya komitmen ato tujuan yg sama kyk aku. Mereka cuma punya keinginan, otomatis mereka ga kyk aku yg i would die for it gituloh, ya mereka sekedar pengen gitu pengen masuk ini itu gitu doang.

Intinya ku skrg ngerti kalo good friends arent always a good surrounding. Trs jg ttg the reasons nyaaa aduh, jleb bgt ternyata selama ini reasonku itu campur aduk sama goalsnya, skrg jd lebih jelas, goal nya yg mana, target nya yg mana, reason nya.

How do you think? Thats my friend's chat to me after watching Zenius. Kalau dari aku pribadi sih nggak jauh beda sama yang di sebutin temenku di atas.

Cuman kalau untuk surrounding people dari dulu aku udah limit sih. I'm not anti-social, i'm just not user friendly. Aku hanya membatasi temen-temen yang sekiranya se visi sama aku.

Everything is Possible

Hmm since junior high school i wanna continue my study on ITS with majoring in Informatics. Tapi setelah SMA, kok banyak rumor yang mengatakan ini itu mengenai Informatika ITS, yang intinya bikin down semangatku.

Tapi sekarang aku sadar, everything is possible. Aku harus menciptakan peluangku sendiri. Dan sekali lagi seperti yang dikatakan temenku di atas, to become success is not easy. Perlu perjuangan yang banyak mengorbankan hal-hal lain yang bisa dibilang penting bagi anak jaman sekarang.

STEI ITBLogo STEI ITB
(Source: itbjalanjalan2015.wordpress.com)

Bahkan sekarang my dream is not only study on ITS, i wanna be the student of Institute Technology of Bandung. I wanna be like you Sabda, majoring in Computer Science. You're the best one who inspired me. Semoga SBMPTN tahun ini dapat mengantarkanku ke sana, aamiin.

Good to Remember

Hampir semua perkataan Sabda aku inget-inget sampai sekarang, mulai dari penjelasannya kalau cara belajar kita itu kurang efektif buat SBMPTN, bagaimana cara berpikir dengan benar, deliberated practice, sampai strategi buat persiapan SBMPTN.

Sampai-sampai setiap perkataan Sabda yang menginspirasiku aku catat pakek Simplenote, jadi kalau aku membutuhkannya, tinggal buka webnya doang. Beberapa kata-kata dia yang aku inget,

  1. Misi utamanya adalah menemukan misi utama.
  2. Menghapal sesuatu yang kita tak mengerti itu susah.
  3. I want to nurture the misfits, the rebels, & the crazy ones.
  4. 90% orang bersifat baik, namun 99% orang cenderung berpikir kurang tepat.
  5. Malas akan menjadi positif ketika kamu melihat suatu cara yang tidak efektif & efisien.

Ada juga tuh saran Sabda yang greget banget menurutku. Dia nyuruh nyari gebetan kalau belum punya, usahakan sih kelas XII biar sama-sama punya komitmen buat belajar SBMPTN. Kalau bisa nyarinya juga yang sevisi, jangan banyak tengkaran juga. Pacarannya sambil belajar bareng, saling ngajarin dan tuker-tukeran cara ngerjain soal, gitu kan so sweet.

Suffix

I wish someday i can become part of Zenius Team. I wanna inspire people and i wanna they look at me and say, "Because of you, i didn't give up". Same like you Sabda, you've inspired me. And now i say, "Because of you, i didn't give up".

Sorry i mix english and indonesia as a language in this post, because i'm very motivated practise english more and more after reading Donnita's post, Gimana Caranya Supaya Berani Ngomong Pake Bahasa Inggris? On that post, we encourage to get used English as daily language although our mother tongue is not English.

Noted

Actually i nervous when writing this story. I saw the winner of last Zenius Blog Competition is they are who have accepted in university. While me? Wish me luck. ^_^