Cukup Soal TPA SBMPTN Ajah yang Berubah, Kamu Jangan Yaa

Kamu udah bikin gue nyaman loh

Posted by Jefry Dewangga on June 03, 2016

Hufh sudah cukup lama ya gue nggak nulis artikel di blog ini, hmmm terakhir nulis artikel Januari 2016. Selama beberapa bulan terakhir gue emang memfokuskan diri pada persiapan ujian masuk PTN. Ya gitu deh blog ini jadi nggak terurus. Terus juga selama sebulan kemarin blog ini gabisa diakses karena penyedia hostingnya pindah server, terus katanya pas ngehubungin gue gabisa, yaudah deh dibiarin.

Oke kali ini gue mau cerita mengenai persiapan SBMPTN 2016 selama beberapa bulan kemarin. Hmmm, mungkin tulisan ini juga berguna bagi adek-adek kelas 11 atau kelas 12 yang mau mepersiapkan diri juga. Oke sebelum masuk ceritanya, ada baiknya gue memberikan sedikit gambaran mengenai apa itu SBMPTN.

Preface

SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) merupakan salah satu jalur masuk ke perguruan tinggi yang diadakan oleh pemerintah dengan menggunakan tes CBT maupun PBT. Tujuan diadakannya sbmptn ini untuk mendapatkan calon mahasiswa yang benar-benar memenuhi kualifikasi yang diharapkan perguruan tinggi.

Berbeda dengan SNMPTN yang hanya menggunakan rapor dari semester 1-5, akreditasi sekolah, dan beberapa faktor lainnya. Di SBMPTN ini sistem penilaiannya murni berdasarkan hasil tes yang kita peroleh. Kelompok ujian SBMPTN terbagi menjadi 3, yakni:

  1. Saintek dengan materi ujian TKPA (105 menit) dan TKD Saintek (105 menit).
  2. Soshum dengan materi ujian TKPA (105 menit) dan TKD Soshum (90 menit).
  3. Campuran dengan materi ujian TKPA (105 menit), TKD Saintek (105 menit), dan TKD Soshum (90 menit).

TKPA terdiri dari 45 soal TPA, 15 soal Matematika Dasar, 15 soal Bahasa Indonesia dan 15 soal Bahasa Inggris. TKD Saintek terdiri dari 15 soal Matematika IPA, 15 soal Fisika, 15 soal Kimia dan 15 soal Biologi. TKD Soshum terdiri dari 15 soal Ekonomi, 15 soal Geografi, 15 soal Sosiologi dan 15 soal Sejarah.

Tipe soal SBMPTN emang didesain untuk bisa menyaring peserta sebanyak-banyaknya. Kalau dibagi rata setiap soal TKPA harus dikerjakan dalam waktu 70 detik sedangkan untuk soal saintek atau soshum, satu soal harus dikerjakan dalam waktu 105 detik.

Preparation

Gue mulai mempersiapkan SBMPTN lebih serius dari bulan Januari 2016 setelah menonton video dari Zenius. Hmm video itu cukup memotivasi gue biar jauh lebih serius dalam mempersiapkannya. Karena memang dari awal gue sudah curiga kalau soal SBMPTN enggak seperti soal pada umumnya yang ada di sekolah.

Awalnya gue mengajak 2 temengue yang sekiranya gue anggap mempunyai visi yang sama buat mempersiapkan SBMPTN juga. Gue belajar menggunakan Zenius, dari sana gue mendapatkan banyak insight bahwa ternyata metode belajar yang selama ini gue lakukan kurang efektif untuk SBMPTN.

Secara sederhana metode belajar yang diajarkan Zenius adalah berdasarkan konsep dan bukan sekedar hafalan semata. Belajar dengan memahami konsep memberikan banyak manfaat, karena dengan itu kita lebih bisa mengerjakan banyak variasi soal. Mungkin kalau di sekolah kita sering diajarkan untuk menghafal rumus agar dapat mengerjakan soal dengan mudah.

Memang sih, hafal rumus itu penting. Tapi akan jauh lebih membantu jika kita juga paham akan konsepnya. Selain itu tipe soal yang ada di SBMPTN juga bukan sekedar memasukkan rumus langsung ketemu jawabannya. Soal SBMPTN memerlukan penalaran lebih dalam untuk mengerjakannya. Beda dengan soal Ujian Nasional atau soal-soal ujian lainnya yang ada di sekolah.

Di awal-awal persiapan gue bersama 2 temen gue itu masih sering belajar bareng, nonton video Zenius bareng. Tapi makin dekat bulan April, frekuensi belajar barengnya bekurang. Selain dikarenakan gue sama mereka beda kelas, kita juga mulai "dibuat sibuk" sekolah dengan persiapan Ujian Nasional.

Hmm sebenarnya gue juga kurang setuju kalau sekolah hanya menyibukkan diri dengan persiapan Ujian Nasional. Lagian juga Ujian Nasional kan udah nggak dijadikan bahan penentu kelulusan. Ujian Nasional hanya sebagai alat ukur pendidikan di Indonesia. So, woles ajah sama UN bro.

Setelah UN kelar, ada waktu sekitar sebulan setengah untuk lanjut persiapan SBMPTN. Kita mulai lebih giat lagi belajarnya, ya walaupun belajar kelompoknya jadi nggak terlalu sering. Selain itu gue juga mengajak beberapa temen gue dari SMA lain. Ya kita semacam bikin grup belajar lah, total ada 8 anak.

Selama sebulan setengah itu, kita juga udah beberapa kali mengadakan try out SBMPTN mandiri. Maksudnya bikin try out sendiri gitu, ntar kita yang nyocokin jawabannya sendiri. Gue juga masih sendiri kok. :') Awalnya soal beserta kunci jawabannya kita dapat dari Zenius, tapi kemudian kita juga mendapatkan sumber lain.

Selain itu, kita juga join beberapa grup SBMPTN 2016 yang ada di Line. Menurut gue ada satu grup yang paling produktif sejauh ini, ya grup Zenius Club SBMPTN 2016. Yang gue suka dari grup itu adalah membernya itu yang dibahas pasti nggak jauh-jauh dari soal, konsep dan jomblo. Iya beneran bahas masalah jomblo, ya gitu konsep mengenai jomblo dibuat guyonan dengan tak lupa menyisipkan unsur pelajaran.

The Day

Dan hari penentuan pun tiba, semua anggota kelompok belajar gue dapat tempat tes yang berbeda. Dan kebetulan gue dapat tempat tes di ITS, PTN yang gue pilih di SBMPTN 2016 ini. Setelah sampai di lokasi gue langsung mencari ruang tes. Sebenarnya satu hari sebelumnya, panitia SBMPTN menyarankan agar mengecek lokasi dan mencari ruang ujian sekalian, agar saat hari H nya bisa lebih santai.

ITS SurabayaITS Surabaya
(Source: briliantapanjol.blogspot.co.id)

Sekitar pukul 7.00 pengawas memasuki ruangan, membacakan tata tetib kemudian membagikan lembar jawaban. Pengisian identitas pada lembar jawaban diberi waktu sekitar 15 menit. Pengerjaan TKD Saintek pun dimulai pukul 7.30. Tidak beda dengan tahun lalu, soal Saintek memang bisa dibilang cukup greget untuk dikerjakan. :( Hiks...

Waktu pengerjaan Saintek selesai pukul 9.15, kemudian istirahat selama 30 menit. Ngerjain soal Saintek bikin badan cukup lelah. Pukul 9.45 masuk ruangan dan 15 menit kemudian pengerjaan sesi kedua yakni TPA dimulai. Strategi pengerjaan TPA yang gue lakuin adalah dengan menjawab soal pola gambar kemudian barisan angka, lalu soal-soal lain yang gue anggap mudah terlebih dahulu.

Gue sedikit kaget dengan soal TPA SBMTPN 2016, ternyata soalnya mind-boggling dan unpredictable. Ada beberapa tipe soal baru yang tidak ada di tahun-tahun sebelumnya. Overall menurut gue soal TPA tahun ini lebih sulit.

Setelah SBMPTN kelar, gue langsung pulang. Gue pengen tahu respon temen-temen di grup Zenius Club SBMPTN 2016 mengenai soal SBMPTN tahun ini. Btw, karena gue nggak punya hp, jadi kalau line-an makek laptop. Sampai di rumah, ada 500++ pesan di line, mostly dari grup Zenius Club SBMPTN 2016.

Gue baca satu persatu chat dari temen-temen. Eh ternyata yang mereka alami juga sama, memang soal tahun ini lebih susah daripada tahun-tahun sebelumnya. So, kamu jangan berubah ya. :( Cukup soal TPA SBMPTN 2016 ajah yang berubah.

Placeholder
TPA kamu kok berubah sih.
Placeholder
Lebih susah dari tahun kemarin lagi.
Placeholder
TPA, perubahanmu tak terduga-duga.
Placeholder
TPA, kamu kok punya model baru.
Placeholder
Ih, pengen robek kertas.

Ya semoga saja kelak tanggal 28 Juni, kita semua diberikan hasil yang memuaskan, hasil yang sesuai dengan jerih payah kita beberapa bulan sebelumnya. Karena gue percaya bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha. Dan sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kesulitan lain kemudahan.

Summary

Untuk adek-adek kelas yang ingin masuk ke jurusan yang sekiranya persaingannya ketat. Gue saranin deh, persiapin jauh-jauh hari. Kalau bisa sih mulai kelas 11 udah persiapin tuh bener-bener. Daripada ntar ngerasa nggak puas sama hasil SBMPTN-nya. Terus juga pasang mindset bahwa kalian udah pasti nggak bakalan keterima lewat jalur SNMPTN.

Dengan kata lain, masuk PTN lewat jalur SNMPTN itu seperti bonus buat kalian. Jangan sampe juga kalian baru persiapan SBMPTN setelah pengumuman SNMPTN. Oh ya tambahan untuk motivasi, gue kenal kakak tingkat yang udah masuk FTI ITB lewat jalur SBMPTN. Take a look this screencapt guys.

Placeholder
Dah belajar mulai awal kelas 12.
Placeholder
SBMPTN nentuin kita kuliah dimana.
Placeholder
SMA gue ngapain ajah?

Ketika gue tanyain gimana persiapan SBMPTN-nya dulu. Dia udah mulai belajar dari awal kelas 12. Terus juga katanya ngerasa nyesel pas SMA, "Ngapain ajah sih gue pas SMA". Nah dia yang udah persiapan seprti itu ajah masih ngerasa nyesel, apalagi yang belum atau baru persiapan. Keep spirit for you all, and may the force be with you!!!

Wilona Arieta GatraputriThanks kak Wilooo!!!
(Source: www.instagram.com/zeniuseducation/)