Pengen Tahu Seputar Stalking di Media Sosial? Ayo Masuk Sini Sob!

Dan ketahui lebih dalam tentangnya

Posted by Jefry Dewangga on July 14, 2016

Halo sob! Kali ini aku ingin beropini mengenai tindakan yang biasa dilakukan seseorang untuk ngepoin orang lain, baik teman, pacar maupun mantan. Penasaran? Check this out guys.

Internet & Media Sosial

Internet

Internet merupakan jaringan komunikasi global yang menghubungkan sebagian besar komputer di dunia untuk dapat terhubung dan saling tukar informasi. Dengan adanya internet proses transfer informasi bisa terjadi lebih cepat. Kejadian di belahan dunia manapun dapat tersebar dalam waktu singkat ke belahan dunia yang lain.

Media Sosial

Media sosial adalah salah satu bentuk komunikasi yang muncul akibat adanya internet. Pengguna media sosial dapat dengan mudah membagikan berbagai macam konten yang ia punya, baik berupa teks, foto maupun video.

Segala konten yang dibagikan melalui media sosial akan bersifat publik. Orang akan mudah mengenal bahkan menilai diri kita melalui konten yang kita bagikan tersebut.

Asumsikan si A baru mengenal internet saat duduk di bangku sekolah dasar. Mungkin yang pertama kali ia kenal dari internet adalah mesin pencari Google.

Seiring dengan berjalannya waktu, dia mulai mengenal media sosial. Kemudian ia akan mulai beradaptasi dengan gaya hidup di media sosial tersebut dan menunjukkan eksistensinya dengan berbagai cara.

Hal yang paling umum dilakukan adalah dengan membagikan foto diri sendiri. Semakin lama ia menggunakan media sosial tersebut, semakin banyak pula konten yang ia bagikan, mulai dari sekedar iseng hingga curhatan permasalahan hidup ia bagikan pula.

Ketika ia duduk di bangku menengah pertama, ia akan memasuki fase yang pada umumnya kita kenal dengan instilah "alay". Ciri-ciri dari fase tersebut misal ketika berkirim pesan menggunakan kata dengan penambahan maupun pengurangan huruf (ex: akhoe chyank amoe).

Gabungan huruf besar, kecil, angka bahkan simbol (ex: 4Akh03 cHy4nK am0e). Bahkan tak hanya ketika berkirim pesan, konten yang ia bagikan secara umum (baca: status) pun tak jarang juga menggunakan gaya tulisan seperti itu.

Nah ketika sudah di bangku menengah atas, ia telah memasuki fase remaja. Fase dimana ia mulai mencari jati diri, dalam kehidupan nyata ia mulai mengenal dan mencoba-coba berbagai macam hal, baik hal-hal positif maupun negatif.

Berbagai macam kegiatan yang ia lakukan pun sering dibagikan ke media sosial, ya walaupun dari pertama ia mengenal media sosial juga melakukan hal demikian, namun seiring dengan bertambahnya usia, konten yang ia bagikan juga akan berkembang.

Nah di fase inilah ia mulai risih jika ada orang lain yang melihat konten yang ia bagikan saat masa masa awal mengenal media sosial. Publik lebih familiar dengan istilah "stalking" untuk menyebut kegiatannya dan "stalker" untuk menyebut orang yang melakukannya.

Dari segi bahasa definisi stalking adalah:

Definition of StalkingDefinisi stalking menurut Google.
(Source: https://www.google.co.id/search?q=define+stalking)

Definisi stalking menurut Google adalah melecehkan atau menganiaya (seseorang) dengan perhatian yang tidak diingingkan dan secara obsesif.

Bahkan The Free Dictionary menyebutkan bahwa stalking merupakan salah satu bentuk tindakan kriminal. Memang benar stalking akan menjadi tindakan kriminal jika telah menyebabkan terganggunya kehidupan seseorang.

Internet User Agreement

Sebagai pengguna internet dan media sosial kita wajib mengetahui bahwa keduanya merupakan sesuatu yang bersifat publik. Karena sifat itulah, kita harus berhati hati dalam membagikan konten yang ada di internet.

Bisa saja konten yang kita bagikan disalah gunakan oleh orang lain baik hal yang bersifat pribadi maupun hal yang memang untuk konsumsi publik. Walaupun kita bisa mengatur privasi setiap konten yang dibagikan, tetapi tetap saja jika kita lalai dengan keamanan akun sendiri.

Katakanlah kita sudah mengatur privasi dan keamananan akun dengan baik, tak jarang masih ada hal pribadi yang dapat bocor ke ranah publik. Berbagai macam kejahatan di internet pun muncul sebagai dampaknya, mulai dari bullying, sangsi sosial, hingga pencemaran nama baik kerap terjadi.

Orang-orang akan dengan mudah menemukan identitas, mengetahui keseharian, bahkan mengetahui hal-hal apa saja yang kita sukai dari media sosial tersebut.

Summary

Oleh karena itu sebagai pengguna internet hal pertama yang harus kita perhatikan adalah mengenai keamanan. Berusaha semaksimal mungkin mengikuti aturan dan standar keamanan yang ditetapkan oleh penyedia layanan yang kita gunakan.

Kemudian mengenai privasi, segala konten baik identitas pribadi maupun semua hal yang kita bagikan melalui media sosial harus kita kontrol privasinya. Harus pintar memilah dan memilih mana yang cocok untuk konsumsi publik mana yang harus disimpan rapat-rapat.

Selain memperhatikan kedua hal tersebut, cara yang dapat kita gunakan agar terhindar dari dampak negatifnya adalah dengan menghapus konten-konten yang sekiranya sudah tidak layan untuk dikonsumsi publik. Foto dan status yang kita bagikan saat masa "alay" misalnya akan lebih baik jika dihapus atau minimal mengaturnya agar menjadi privat.

References