Warung Desa, Destinasi Wisata Jawa Timur Terbaru

Tempat nyaman untuk menikmati indahnya pegunungan

Posted by Jefry Dewangga on October 18, 2015

Liburan tahun baru Islam kemarin, aku bersama 13 temanku hang out ke tempat wisata Warung Desa di Desa Jatijejer, Trawas - Mojokerto. Di sana kami melepas penat setelah melaksanakan ujian tengah semester.

Seseorang dari temanku menjadi leader untuk kegiatan kali ini. Hari sebelumnya, saat di sekolah ia memberi kabar kalau besok spasi mau mengadakan acara hang out. Oh ya, spasi merupakan julukan bagi kelas kami ketika kelas X dulu. Soalnya ketika naik ke kelas XI, kelas kami di acak.

Persiapan Perjalanan

Kembali ke laptop... Dia berharap jam 06.30 sudah kumpul di rumahnya, agar sampai di tempat lebih pagi. Tapi yaa begitulah, this is Indonesia, dimana jam selalu molor dari waktu yang ditentukan.

Aku berangkat ke rumahnya si leader sekitar jam 7 tepat, tapi sebelumnya aku harus menjemput seorang temanku. Sampai di rumah si leader jam 07.30. Di sana yang sudah datang hanya 5 ekor, termasuk aku dan temanku yang baru datang.

Peta Perjalanan Warung DesaPeta perjalanan dari rumahku menuju Warung Desa
(Source: https://maps.google.com)

Kami menunggu beberapa waktu, hingga jam menunjukkan pukul 08.30. Hebat yaa... molornya lama banget. Akhirnya sekitar jam 9 tepat, kami semua sudah berkumpul dan langsung berangkat menuju tempat wisata.

Perjalanan menempuh waktu sekitar 45 menit. Kami juga baru pertama kali ke tempat ini, jadi istilahnya kita kepo, gimana sih Warung Desa itu. Katanya sih pemandangannya bagus.

Sampai di Lokasi

Setelah sampai di tempat lokasi, kami bergegas membeli tiket. Harganya 20K dan kami dipasangkan gelang sebagai tanda bukti membeli tiket.

Menurutku tempat ini cukup bagus sebagai salah satu destinasi wisata. Namun sayang, pembangunannya masih belum selesai 100%. Ada beberapa bagian yang masih tandus.

Landskap Warung DesaLandskap Warung Desa, nampak sebuah bangunan semacam aula untuk acara formal atau pesta dan sebuah kolam renang.
(Source: https://geolocation.ws)

Dengan harga 20K, kami mendapatkan fasilitas kolam renang, tempat bermain dan pemandangan yang cukup indah. Kami beristirahat terlebih dahulu setelah perjalanan yang cukup melelahkan, walaupun teman-temanku menganggap perjalan itu dekat.

Setelah beberapa waktu, 9 temanku memutuskan berenang dan 5 lainnya termasuk aku tidak berenang. Alasanku tidak ikut berenang karena aku tidak membawa baju ganti. Aku pikir acara ini cuman hang out biasa, tanpa ada kegiatan berenang.

Selain itu aku juga hanya membawa tas selempang kecil. Jika aku memaksakan untuk berenang, tas itu tidak akan muat untuk menyimpan baju basah yang kugunakan untuk berenang.

Sambil menunggu teman-temanku berenang, kami ber-5 take a walk around. Menikmati pemandangan, sambil jeprat-jepret mendokumentasikan perjalanan kami. By the way, dari 5 temanku itu, cuman aku doang yang cowok. Nasib-nasib, akibat tidak membawa baju ganti. Nevertheless, i enjoy it.

Spasi Warung DesaJeprat-jepret setelah semua selesai berenang.
(Source: Dokumen pribadi)

Setelah beberapa waktu, 9 temanku tersebut memutuskan untuk menyudahi kegiatan berenangnya. Karena memang mereka sudah berenang cukup lama, mungkin kulit-kulit mereka juga sudah keriput terkena air. Selain itu, matahari juga cukup menyengat siang itu.

Ya walaupun mereka sudah menyudahi kegiatan berenang, kami ber-5 masih harus menunggu mereka lagi untuk mandi. Kalau teman-temanku yang cowok sih cepet mandinya, lah yang cewek itu... Lamanya minta ampun. Tapi ya namanya juga cewek, kalau lagi mandi ya emang lama sih.

Huahhhh,,, akhirnya selesai juga masa penantian kami. Waktu sudah menunjukkan tengah hari, kami memutuskan untuk mencari tempat makan di luar saja. Pertimbangan kami, kalau makan di Warung Desa, kemungkinan harganya kurang bersahabat dengan kantong kami.

Melanjutkan Perjalanan

Si leader memimpin perjalanan, kami terus menyusuri jalan-jalan berliku menuju ke tempat yang lebih tinggi. Sedikit informasi, Trawas merupakan daerah lembah yang di apit oleh dua gunung, Gunung Pawitra atau yang lebih dikenal dengan nama Penanggungan dan Gunung Welirang.

Selama perjalanan itu, udara terasa semakin dingin. Dan jalan yang di lewati juga semakin curam. Sebelah kanan jalan merupakan jurang dan sebelah kiri merupakan tebing. Memang landskap demikian sudah identik dengan jalan yang ada di daerah pegunungan.

Kami memutuskan untuk melaksanakan sholat terlebih dahulu. Mencari tempat ibadah di daerah pegunungan ternyata cukup sulit karena jarak antar masjid atau musholla cukup jauh.

Awalnya kami menemukan masjid, tapi sayangnya masjid tersebut sedang di renovasi. Lah saat itu juga dua seorang temanku sudah terlampau jauh di depan. Sehingga selain mencari tempat sholat, kami juga sempat panik karena dua teman kami tersebut terpisah dari rombongan.

Kan kalau rombongan bersepeda motor, ada dua kemungkinan. Jika kita yang tertinggal, kita akan mempercepat laju kendaraan agar bisa menyusul yang lain. Kalau yang lain yang tertinggal, kita akan memperlambat laju kendaraan.

Lah kalau saat itu kita tidak mengerti apa kita yang tertinggal ataukah yang lain yang tertinggal, langkah yang di ambil bisa-bisa malah membuat kita semakin jauh dengan yang lain.

Setelah beberapa waktu, kami menemukan musholla. Akhirnya si leader memutuskan agar sebgian mencari teman kami yang terlampau jauh itu, sebagian yang lain melaksanakan sholat.

Kebetulan aku termasuk bagian yang melaksanakan sholat. Dan alhamdulillah setelah selesai sholat, temanku berhasil menemukan dua orang yang terpisah dari rombongan kami tersebut.

FlowerBunga, hasil jepretan salah seorang teman wanita kami yang terdapat di sekitar musholla.
(Source: Dokumen Pribadi)

Setelah semua selesai menunaikan sholat, seperti biasa kami menyempatkan untuk jeprat-jepret beberapa objek yang nampak menarik menurut kami di sekitar musholla.

Kemudian kami pun bergegas mencari tempat makan. Akhirnya setelah beberapa waktu, kami menemukan sebuah warung kecil yang tidak terlalu ramai. Sepertinya cocok sebagai tempat makan, masih sisa beberapa tempat kosong untuk kami.

Warungnya sih cukup nyaman, ya lesehan (duduk di lantai) gitu. Kami memesan beberapa makanan, cukup lama sih untuk si penjual menyediakan makanannya, lah wong kami pesen makanan yang beragam. Tapi emang si penjualnnya bener-bener masak karena makanannya nggak ready.

Setelah menunggu cukup lama, hingga beberapa temanku sampai tertidur. Akhirnya makanan pun datang. Ya walaupun masih belum dapet makanan semua sih, cuman beberapa ajah yang udah. Makanan yang dihidangkan pun cukup nikmat, dan juga masih hangat.

Kenyang dengan semua masakan yang kami pesan, akhirnya kami menyudahi hang out kali ini. Kami pulang sampai rumahnya si leader sekitar jam 3.30. Perjalanan hari itu cukup menyenangkan bagi kami, spasi.