My Three Experiences: Wordpress, Monstra & ExpressionEngine

Pengalmaan mencicipi beberapa mesin blog

Posted by Jefry Dewangga on December 02, 2015

Terlintas di pikiran mengapa para blogger di Indonesia lebih mengenal Wordpress sebagai CMS pilihan untuk blog mereka, padahal Wordpress bukan satu-satunya CMS yang ada di dunia. Bahkan kebanyakan blog tutorial berbahasa Indonesia kalau nggak bahas Blogger/Blogspot ya bahas Wordpress.

Asumsiku karena Wordpress mempunyai komunitas yang luar biasa besarnya sehingga jika ditemukan masalah, akan lebih mudah menyelesaikan permasalahan tersebut. Selain itu pengembang Wordpress nggak cuman di luar negeri ajah, di Indonesia juga banyak yang mahir mengembangkan CMS ini.

Mungkin akan lebih baik jika kamu mulai mengenal CMS lain sob sebagai mesin blogmu, itung-itung nambah pengalaman lah. Kalau belum berani beralih, bisa di coba terlebih dahulu di localhost.

Kalau aku sih dari awal ngeblog sampai sekarang udah mencoba beberapa CMS. Menurutku CMS yang baik adalah CMS yang mempunyai tingkat kostumisasi front-end yang tinggi tanpa menyentuh atau memodifikasi core dari CMS itu sendiri.

Wordpress

CMS pertama yang aku gunakan adalah Wordpress, aku merasa kurang sreg dengan CMS ini dikarenakan aku masih belum paham struktur theming-nya yang menggunakan php. Saat itu beberapa plugin yang aku gunakan untuk mempercepat blog masih belum bisa mengompres source code dari theme yang aku gunakan.

Malahan pernah aku coba mengompres secara manual, malah menimbulkan eror. Mungkin bagi orang lain fitur otomatisasi yang seharusnya memudahkan dalam mengatur blog malah bagiku membuat susah, karena aku nggak bisa memaksimalkan kecepatan loading blogku, walaupun sudah ada plugin untuk menanganinya seperti W3 Total Cache dan WP Super Cache, tetap saja aku masih merasa kurang sreg. Aneh ya?

Monstra

Setelah itu aku beralih menggunakan Monstra sebagai mesin blogku. CMS ini sudah cukup memenuhi kriteria CMS yang baik menurutku karena struktur templating-nya cukup mudah. Monstra mempunyai kemampuan untuk membuat URL bertingkat dengan mudah.

Tinggal pilih template mana yang berfungsi sebagai parrent dan child. Aku menggunakan CMS ini cukup lama, sekitar 2 tahunan. Berikut beberapa tangkapan layar dari dashboard Monstra:

Placeholder
Monstra Settings
(Source: monstra.org/gallery)

Placeholder
Monstra Files
(Source: monstra.org/gallery)

Placeholder
Monstra Pages
(Source: monstra.org/gallery

ExpressionEngine

Akhirnya CMS terakhir yang aku gunakan dan benar-benar membuatku nggak bisa move on adalah ExpressionEngine. Sebenarnya CMS ini cocok digunakan untuk membuat semua jenis situs seperti forum, news, blog, e-commerce. Walaupun Wordpress juga bisa digunakan untuk membuat situs seperti itu, namun menurutku ExpressionEngine lebih powerfull karena semua fitur tersebut sudah tersedia.

Dengan CMS ini dapat dengan mudah mempercepat loading blogku dengan hanya mengaktifkan fitur cache dan menambahkan beberapa konfigurasi .htaccess tanpa memasang plugin apapun. Untuk membuat background header postingan blog ini berbeda-beda pun tanpa menggunakan plugin. Semua bisa dilakukan tanpa menggunakan plugin.

Berikut beberapa tangkapan layar dari dashboard ExpressionEngine:

Placeholder
ExpressionEngine Settings
Placeholder
ExpressionEngine Files
Placeholder
ExpressionEngine Pages

Catatan

Aku menulis artikel ini murni berdasarkan pengalamanku, memang sudah beberapa temanku menyarankanku untuk mempelajari Wordpress lebih dalam. Aku juga ingin, namun apa daya masih belum ada waktu luang untuk mempelajarinya.

Aku bersyukur menemukan ExpressionEngine yang mampu aku pelajari dengan waktu yang cukup singkat. Walaupun masih banyak fitur-fiturnya yang belum aku pelajari, setidaknya aku paham dasarnya. Maaf sob, aku hanya ingin mengingatkan bahwa masih banyak CMS lain yang dapat di eksplor.