World Animal Day Setiap 4 Oktober

Berupaya meningkatkan kesejahteraan hewan di seluruh dunia

Posted by Jefry Dewangga on October 05, 2015

Siang ini seperti biasa jika sedang tidak ada kegiatan aku menghidupkan laptopku, membuka facebook dan melihat-lihat kabar berita yang masuk. Hingga aku berhenti pada sebuah video yang dibagikan oleh salah seorang temanku.

Sekilas dari thumbnail video tersebut, terlihat seekor penyu yang dibagian hidungnya mengeluarkan darah dan terlihat juga tangan seseorang yang memegang tang.

Di bagian deskripsinya tertulis sebuah kalimat berbahasa asing. Tulisan tersebut aku copy dan pastekan di Google Translate dengan settingan deteksi bahasa menjadi bahasa Inggris karena sebelumnya sudah aku coba dengan settingan deteksi bahasa menjadi bahasa Indonesia tetapi hasil terjemahannya kurang bisa ku mengerti.

Ternyata kalimat tersebut merupakan bahasa Spanyol, dan jika diterjemahkan ke dalam bahasa inggris kurang lebih berbunyi, "You come back to throw garbage into the sea? The poignant record of a turtle hit by a piece of plastic." atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, "Kamu kembali membuang sampah ke laut? Rekaman menyentuh dari seekor penyu yang terkena potongan plastik."

Karena semakin penasaran, aku memutar video tersebut. Aku lihat dengan seksama betapa sakitnya seekor penyu karena potongan benda asing yang tersangkut ke dalam hidungnya.

Sempat aku berpikir, bagaimana bisa benda asing sepanjang itu dapat tersangkut di hidung penyu. Tetapi dari video tersebut memang benda asing tersebut benar-benar tersangkut di hidungnya.

Sepertinya benda asing itu merupakan sampah yang dibuang manusia ke laut, kemungkinan sampah yang berasal dari pantai. Berikut foto-foto yang saya ambil dari video tersebut,

Penyu TersiksaSeseorang sedang berusaha mencabut benda asing yang tersangkut di hidung seekor penyu.
Penyu BerdarahHidung seekor penyu mengeluarkan darah.
Benda Asing di Hidung PenyuBenda asing yang tersangkut di hidung seekor penyu.

Untuk yang ingin melihat videonya secara langsung, silahkan buka link berikut.

World Animal Day

Setelah melihat video tersebut, aku jadi ingat kalau kemarin tanggal 4 Oktober merupakan hari hewan sedunia. Pertama kali aku mengetahuinya ketika iseng-iseng melihat trending thread di kaskus via ponsel.

World Animal Day LogoLogo World Animal Day.

Mengutip dari situs World Animal Day,

World Animal Day merupakan sebuah peringatan yang mempunyai misi untuk meningkatkan status kesejahteraan hewan-hewan di seluruh dunia. Membangun peringatan hari hewan sedunia untuk menyatukan gerakan kesejahteraan hewan, menjadikannya kekuatan global untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk semua hewan. Dirayakan dalam berbagai cara di setiap negara, terlepas dari kebangsaan, agama, kepercayaan atau ideologi politik. Melalui peningkatan kesadaran dan pendidikan, kita dapat membuat sebuah dunia dimana hewan selalu diakui sebagai makhluk hidup dan kesejahteraan selalu diberikan kepada mereka.

Menurut saya ada beberapa poin penting yang menjadi alasan dari adanya peringatan tersebut, yakni:

#1 Perburuan

Perburuan terhadap hewan memang telah dilakukan umat manusia sejak jaman dahulu. Tetapi yang menjadi pokok pembahasan di sini merupakan perburuan hewan yang membabi buta dan tidak bertanggung jawab.

Alasan utama perburuan tersebut adalah memenuhi kebutuhan kita sebagai manusia. Misal harimau dan ular diburu untuk diambil kulitnya dan dijadikan pakaian manusia. Di Indonesia saja, tidak sedikit hewan langka yang masih dijadikan santapan oleh masyarakat seperti lobster biru dan ayam cemani.

Entah merekanya sendiri yang tak mengerti bahwa hewan yang mereka buru itu merupakan hewan langka atau hal tersebut merupakan buah dari keserakaan manusia dalam mencari keuntungan yang besar. Yang pasti, kegiatan perburuan tersebut semestinya diawasi dengan ketat oleh pihak berwajib dan masyarakat diberikan edukasi mengenai hewan apa saja yang boleh diburu.

#2 Eksploitasi

Tidak jauh berbeda dengan perburuan, eksploitasi merupakan kegiatan pemanfaatan secara berlebihan terhadap sesuatu subyek eksploitasi hanya untuk kepentingan ekonomi tanpa mempertimbangan rasa kesejahteraan. Subyek eksploitasi yang dimaksud di sini adalah hewan.

Tidak sedikit hewan dieksploitasi tenaganya untuk dipekerjakan oleh manusia tanpa memperhatikan aspek kesejahteraannya. Misal ia bekerja tanpa diberi makananan yang layak, tanpa diberi waktu istirahat yang cukup atau tanpa diberi lingkungan yang kondusif untuk kelangsungan hidupnya.

#3 Habitat

HabitatSeekor beruang yang kehilangan habitatnya dikarenakan perluasan wilayah perkotaan.

Habitat merupakan tempat tinggal bagi berbagai macam jenis hewan. Manusia yang menjadi khalifah di muka bumi nampaknya lebih mementingkan nafsunya dalam menjalankan tugasnya tersebut.

Pohon-pohon yang ada di hutan ditebangi untuk dijadikan kertas dan bahan bangunan tempat tinggal manusia. Walaupun sekarang penggunaan kayu sebagai bahan bangunan sudah mulai berkurang karena telah digantikan oleh logam, tetapi konsumsi kayu masih cukup besar di dunia.

Berikut merupakan konsumsi kayu di Inggris pada tahun 2014,

  1. 6,4 juta meter kubik kayu gergajian, meningkat 17%.
  2. 3,3 juta meter kubik panel berbasis kayu, meningkat 10%.
  3. 7 juta meter kubik kayu pelet, meningkat 40%.
  4. 5,9 juta ton kertas.
  5. Total nilai impor produk kayu sebesar £ 7.200.000.000 atau sekitar 158.762609 trilion rupiah.

Data tersebut aku ambil dari situs Departemen Kehutanan Inggris. Itu merupakan konsumsi dari negara Inggris saja, belum lagi negara-negara lain, bahkan dunia. Betapa banyak pohon yang ditebang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Tanpa penanaman kembali hutan tersebut, banyak hewan akan kehilangan habitatnya. Jangan heran jika ada hewan liar yang masuk ke pemukinan warga. Itu hanya sebagian dari habitat yang ada di daratan belum lagi habitat hewan yang ada di laut.

Cerita di awal tulisan ini di atas merupakan sebagian dari dampak tidak bertanggung jawabnya manusia dalam memperlakukan habitat hewan.

Kesimpulan

Melalui peringatan World Animal Day, diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap kesejahteraan hewan. Toh juga menurut ilmu taksonomi, manusia juga termasuk ke dalam kingdom animalia bukan? Hal ini bukan berarti menyamakan kedudukan manusia dengan hewan, karena manusia masih diberikan kelebihan oleh Allah ketimbang hewan, yaitu akal.

Dengan akal itulah, manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya dan lingkungannya. Tentu saja peringatan ini bukan hanya peringatan semata, perlu adanya aksi nyata dalam melaksanakan misi tersebut. Dan yang paling penting dalam melaksanakan misi tersebut tidak hanya pada saat peringatan itu berlangsung, namun diusahakan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi